“KAGAMA Sulbar siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan menghadirkan gagasan, jejaring, dan sumber daya intelektual untuk mempercepat kemajuan Sulawesi Barat.” — Ketua KAGAMA Sulbar Terpilih, Abdul Wahab
PELADEN INDONESIA — Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Provinsi Sulawesi Barat menjadwalkan pelantikan pengurus periode 2025–2030 sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang penguatan sumber daya manusia dan pendidikan tinggi.
Agenda pelantikan rencananya digelar di Maleo Hotel, Mamuju, Sabtu, 17 Januari 2026, dan akan disaksikan langsung oleh Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) serta dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kehadiran pimpinan UGM menandai eratnya hubungan institusional antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Sulbar.
Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Sulbar terpilih, Abdul Wahab, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan titik awal konsolidasi peran alumni UGM sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, jejaring alumni dan sumber daya intelektual KAGAMA dapat menjadi katalis percepatan pembangunan Sulawesi Barat.
Salah satu agenda utama pelantikan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor UGM dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kerja sama ini memuat program afirmasi pendidikan tinggi bagi putra-putri Sulawesi Barat, sejalan dengan misi Pancadaya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mendorong terwujudnya SDM yang unggul dan berkarakter.
Melalui skema afirmasi tersebut, UGM mengalokasikan 50 mahasiswa jenjang sarjana (S1) serta 20 mahasiswa jenjang pascasarjana (S2–S3) bagi calon mahasiswa asal Sulawesi Barat. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi pemimpin, akademisi, dan profesional daerah.
Ketua Panitia Pelantikan sekaligus Ketua Harian KAGAMA Sulbar, Firman Juang, menyebut kebijakan afirmasi ini sebagai terobosan strategis pembangunan SDM. Ia menilai afirmasi pendidikan bukan hanya soal kuota, tetapi komitmen nyata membangun masa depan Sulawesi Barat.
Rangkaian kegiatan pelantikan juga akan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) antara UGM dan KAGAMA Sulbar bertema “World Class University”. Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis yang melibatkan akademisi, alumni, dan pemangku kepentingan daerah untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi berbasis standar global.
Dengan kehadiran Rektor UGM, penandatanganan MoU strategis, serta forum intelektual bertaraf internasional, pelantikan KAGAMA Sulbar periode 2025–2030 dipandang sebagai tonggak penting yang menegaskan peran alumni dan perguruan tinggi dalam membangun Sulawesi Barat yang maju, inklusif, dan berorientasi global. (am)