PELADEN INDONESIA — Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Danga, Kelurahan Binanga, Mamuju, Jumat, 16 Januari 2026, menjadi momentum istimewa dengan dimulainya pembangunan Masjid An-Nur Tanete Guru yang ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi.
Prosesi peletakan batu pertama tersebut berlangsung khidmat dan disambut antusias masyarakat setempat. Kehadiran Gubernur dan Bupati menandai dukungan langsung pemerintah daerah terhadap pembangunan sarana ibadah yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga.
Sejumlah pejabat turut mendampingi kegiatan tersebut, di antaranya Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Sulbar, anggota DPRD Kabupaten Mamuju, anggota DPRD Sulbar, serta Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sulbar Murdanil. Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif ini mempertegas semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan masjid.
Dalam sambutannya, Suhardi Duka menekankan bahwa pembangunan masjid bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari amal ibadah. Menurutnya, setiap pemimpin, baik di tingkat daerah maupun provinsi, memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dan memberi kontribusi nyata. Ia juga mendorong para legislator agar terus menyuarakan dan mendukung pembangunan rumah ibadah di daerah.
Gubernur mengungkapkan, sejumlah pihak telah menunjukkan kepedulian dengan memberikan sumbangan, termasuk dari kalangan anggota legislatif. Ia pun menyatakan secara pribadi akan ikut membantu, meski di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. “Dengan kolaborasi dan kebersamaan, pembangunan Masjid An-Nur Tanete Guru tetap bisa berjalan,” tuturnya.
Selain aspek bangunan, Suhardi Duka juga menaruh perhatian pada lingkungan sekitar masjid. Ia meminta agar keindahan alam di kawasan tersebut tetap dijaga, bahkan diperkuat dengan penanaman pohon-pohon yang bermanfaat dan tahan lama, seperti mangga dan tanaman produktif lainnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur berharap proses pembangunan masjid berjalan lancar hingga selesai dan nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai pusat ibadah, pembinaan keagamaan, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan Tanete Guru. (am)