PELADEN INDONESIA —Menjelang penutupan tahun anggaran, DPMPTSP Sulbar tak ingin berjalan tanpa arah. Evaluasi capaian realisasi 2025 digelar secara daring, Kamis 26 Februari 2026, sekaligus merumuskan strategi 2026 agar investasi di Sulawesi Barat tumbuh lebih terukur dan berkelanjutan.
Rapat evaluasi ini menjadi ruang refleksi kinerja sekaligus forum konsolidasi pusat dan daerah. Data capaian 2025 dibedah satu per satu untuk memastikan angka yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Kendala teknis, hambatan perizinan, hingga efektivitas pengendalian penanaman modal menjadi fokus pembahasan.
Strategi 2026 pun mulai dirancang. Penyelarasan target nasional dan daerah menjadi prioritas agar kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, efisiensi anggaran dan penguatan program prioritas disiapkan untuk memperkuat iklim investasi yang sehat dan kompetitif di Sulbar.
Plt Kepala DPMPTSP Sulbar, Amir, menegaskan evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif. Menurutnya, forum ini menjadi dasar penyusunan langkah yang lebih presisi. Dengan pemetaan hambatan sejak awal, strategi tahun depan diharapkan lebih efektif dan berorientasi pada hasil nyata.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran DPMPTSP kabupaten se-Sulbar serta perwakilan dari Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal. Sinergi lintas level pemerintahan dinilai penting untuk menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan pelayanan perizinan semakin profesional dan akuntabel.
Sejalan dengan arah pembangunan daerah, DPMPTSP optimistis mampu menutup 2025 dengan capaian positif dan memasuki 2026 dengan perencanaan yang lebih matang. Targetnya jelas: investasi meningkat, pelayanan makin cepat, dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin kuat. (am)