PELADEN INDONESIA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulbar terus memperkuat upaya perlindungan tanaman pangan guna menjaga stabilitas produksi padi.
Melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Dinas TPHP Sulbar melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) penggerek batang padi secara swadaya di Kabupaten Polewali Mandar, sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Pangan dan Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM).
Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi SDK-JSM dalam membangun Sulawesi Barat yang mandiri dan berkelanjutan melalui penguatan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya langkah antisipatif dan pengendalian hama terpadu untuk melindungi hasil pertanian petani serta meningkatkan produktivitas padi sebagai komoditas strategis daerah.
Pelaksanaan Gerdal OPT tersebut dikoordinir oleh Penanggung Jawab Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah II Rea Timur, bekerjasama dengan Koordinator POPT Kabupaten Polewali Mandar, POPT Kecamatan Mapilli, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Rappang Barat, serta anggota kelompok tani setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di wilayah terdampak serangan hama.
Kepala LPHP Rea Timur, Yonatan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan POPT lapangan di Kecamatan Mapilli pada Januari 2026, intensitas serangan hama penggerek batang padi pada lahan kelompok tani Tarajongnga mencapai sekitar 15–20 persen dari total hamparan seluas 40 hektare, dengan luas serangan sekitar 25 hektare. Kondisi tersebut mendorong dikeluarkannya peringatan dini agar segera dilakukan tindakan pengendalian.
“Sebagai tindak lanjut, tim teknis bersama kelompok tani melakukan Gerdal OPT pada lahan seluas 15 hektare dengan menggunakan insektisida sistemik Meta-Hipo dan Lugen. Langkah ini diharapkan mampu menekan perkembangan hama penggerek batang padi dan mencegah meluasnya serangan ke areal pertanaman lainnya,” kata Yonatan.
Yonatan menambahkan, serangan penggerek batang padi dipicu oleh pola tanam yang tidak serempak, sehingga hama mudah berpindah ke tanaman padi yang masih berada pada fase vegetatif dan lebih rentan terhadap serangan.
Sementara itu, Kepala UPTD BPTPH Sulawesi Barat, Hasdiq Ramadhan, menginstruksikan kepada seluruh POPT di lapangan agar terus melakukan pemantauan intensif pasca pelaksanaan Gerdal serta segera melaporkan perkembangan kondisi pertanaman yang telah ditangani.
Hasdiq berharap, melalui Gerdal OPT ini, intensitas serangan penggerek batang padi dapat ditekan hingga tanaman pulih kembali.
“Dengan terjaganya produksi padi, ketahanan pangan daerah dapat diperkuat dan target swasembada pangan Sulawesi Barat dapat tercapai secara berkelanjutan,” ucapnya. (am)